Indonesia Topnews-Batubara – Tanjung Tiram Di Simpang Bogak, Kecamatan Tanjung Tiram, Kabupaten Batubara, berdiri sebuah warung kopi legendaris yang tak pernah tidur. Warung Kopi Aceh Simpang Bogak buka 24 jam nonstop, menjadi tempat singgah favorit masyarakat, khususnya para pelaut yang berangkat melaut di malam hari dan pulang menjelang subuh.
Warung kopi ini dikelola oleh Pak Am, pria asal Sigli, Pidie, Aceh, yang telah membuka usaha tersebut sejak tahun 1979. Lebih dari empat dekade berlalu, warung ini tetap ramai dikunjungi pelanggan dari berbagai kalangan.
“Alhamdulillah, sejak pertama dibuka sampai sekarang, pelanggan tetap setia. Banyak pelaut yang singgah sebelum berangkat melaut atau saat pulang subuh,” ujar Pak Am saat ditemui di warungnya.
Aroma kopi Aceh yang khas, suasana sederhana namun hangat, serta pelayanan ramah menjadi daya tarik utama. Tak heran jika warung ini menjadi titik temu pelaut, nelayan, sopir, hingga warga sekitar untuk melepas lelah dan berbagi cerita.

Tempat Singgah Para Pencari Nafkah
Bagi para pelaut, Warung Kopi Aceh Simpang Bogak bukan sekadar tempat minum kopi, melainkan bagian dari perjalanan mencari rezeki di laut.
“Kalau mau berangkat malam, kami pasti ngopi dulu di sini. Kopinya mantap, bikin badan hangat dan semangat ke laut,” kata Junaidi, pelaut asal Tanjung Tiram yang mengaku sudah puluhan tahun menjadi pelanggan.
Hal senada disampaikan Rahman, nelayan lainnya.
“Pulang subuh, capek habis dari laut, singgah ke warung Pak Am rasanya hilang penat. Sudah kayak rumah sendiri,” ujarnya sambil tersenyum.
Pelanggan Setia dari Generasi ke Generasi
Uniknya, pelanggan warung ini datang dari berbagai generasi. Ada yang dulu singgah bersama ayahnya, kini datang bersama anaknya.
“Saya dari kecil sudah ikut orang tua ngopi di sini. Sekarang saya bawa anak saya juga. Warung ini sudah jadi bagian dari hidup kami,” ungkap Zulkifli, warga sekitar.

Legenda Kopi di Simpang Bogak
Dengan usia usaha yang hampir setengah abad, Warung Kopi Aceh Simpang Bogak telah menjelma menjadi legenda kuliner dan tempat berkumpul masyarakat pesisir Batubara. Konsistensi rasa, jam buka 24 jam, serta kedekatan dengan para pelanggan menjadi kunci bertahannya warung ini hingga kini.
Bagi siapa pun yang melintas di Simpang Bogak Tanjung Tiram—terutama para pelaut dan pencari nafkah—Warung Kopi Aceh Pak Am selalu siap menyambut, kapan pun waktu menunjukkan.
☕ Ngopi bukan sekadar minum kopi, tapi merawat kebersamaan sejak 1979.
( by,sp)

